Monday, July 14, 2014

Kisah tentang si Pendengar dan Pencerita


Bercerita dan Mendengarkan..
Dua hal yang tentunya saling berkaitan erat dalam kehidupan sehari-hari kita semua.
Ada sebagian orang yang memiliki peran lebih banyak dalam bercerita, dan ada sebagian lainnya yang lebih suka menjadi pendengar yang baik.
Semuanya akan berjalan menyenangkan jika masih dalam porsi yang seimbang.
Tapi apa jadinya kalo si pembicara malah terlalu banyak bicara, sampai dia lupa untuk mendengarkan?
Dan apa jadinya kalo si pendengar terlalu banyak mendengar tapi tidak ada orang yang mau "mendengarkan" dia?

Saat dua orang bertemu dan berteman,
yang satu seorang pencerita, dan satunya seorang pendengar..
dari awal pertemuan si pencerita sudah sangat merasa nyaman dengan si pendengar, dia mulai menceritakan hal-hal yang dia lewati setiap harinya, mengadu meminta saran, atau hanya sekedar mencurahkan unek-unek ke si pendengar. Tentunya si pendengar menjalankan bagiannya dengan baik, mendengarkan dan memberikan saran-saran yang ternyata selalu membuat pencerita "plong".

Semakin hari, semakin banyak hal yang diceritakan, mulai dari pekerjaan, teman, pacar, selingkuhan, gebetan, sampai masalah keluarga pun diceritakan si pencerita ke pendengar. Semakin banyaknya hak yg diketahui pendengar tentang pencerita, mereka pun semakin "terasa dekat".

Seiring berjalannya waktu, terjadi suatu hal yang membuat pencerita sadar, bahkan tak menyangka apa yg dia rasakan karnanya "tau apa sih lo tentang si pendengar?" begitu lah bahasa umumnya. Kejadian sederhana tapi benar-benar membuat pencerita tercengang, ternyata selama ini dia "sangat suka" bercerita, sampai-sampai dia tidak punya waktu untuk mendengarkan, atau setidaknya bertanya sesuatu tentang si pendengar. Begitu banyak hal yang ia bagikan ke pendengar, tapi tdk sedikitpun hal yang dia dapatkan darinya. Selama ini, semuanya hanya tentang aku aku dan aku, bukan aku dan kamu.

Mungkin aku bukannya tidak pernah sedih,
Tapi mungkin kamu hanya tidak dapat melihat kesedihanku karena tawa yang aku lukiskan di wajahku.
Mungkin aku bukannya tidak punya masalah,
Tapi mungkin kamu hanya tidak tahu tentang masalahku, karena mungkin masalahmu sudah terlalu banyak melebihi aku.
Mungkin aku bukannya tidak punya cerita,
Tapi mungkin lebih banyak yg  harus diceritakan dari dirimu.
Mungkin aku bukannya tak ingin berbicara,
Tapi mungkin kamu yang terlalu banyak berbicara, tak pernah bertanya dan setidaknya memberikan aku waktu untuk sedikit bercerita.
Mungkin aku bukannya tak mudah mempercayai seseorang,
Tapi mungkin aku hanya tidak tau harus berbicara pada siapa, mungkin orang-orang disekitarku terlalu sibuk bercerita tentang mereka, dan pada akhirnya? aku hanya bisa menjadi pendengar yang baik :)